TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
SMK NEGERI 1 SIMPANG ULIM
Thursday, December 29, 2022
Sunday, October 3, 2021
Pengertian Fungsi dan Jenis Routing
Pengertian Routing adalah proses pengiriman data atau informasi dengan meneruskan paket data yang dikirim dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router adalah perangkat yang digunakan untuk menjalankan fungsi routing tersebut. Beberapa contoh dari routing adalah mengirim pesan dari satu komputer ke komputer lain, telepon melalui jaringan internet, atau mengirim data ke jaringan komputer.
Fungsi Routing
Routing sangat penting
untuk dipelajari karena berguna untuk mengetahui dasar jaringan. Dengan
mempelajari routing, Anda bisa mengkonfigurasikan 2 buah router atau lebih agar
bisa saling terhubung dan mengirim pesan ping antar satu dengan lainnya. Jadi
bisa dibilang Routing sangat berguna fungsinya untuk komputer saat ini. Dengan
proses routing sebuah komputer bisa menyampaikan pesan dan mengirim data secara
tepat ke komputer lain yang jauh jaraknya.
Cara Kerja Routing
Di dalam sebuah
jaringan komputer, ada yang namanya TCP/IP (Transmission Control
Protocol/Internet Protocol). TCP atau IP berfungsi sebagai alamat pengiriman
paket data agar bisa sampai ke alamat yang dituju (host tujuan). Tugas TCP/IP
dibagi mulai dari mengirim paket data hingga menerima paket data dalam sistem.
Dengan begini, jika terjadi masalah saat mengirim paket data akan bisa
dipecahkan dengan baik.
Routing sendiri
merupakan proses yang dialami data untuk mencapai tujuan di jaringan komputer.
Konsep dasar routing sendiri berada di lapisan jaringan TCP/IP. Pada lapisan
ini terjadi proses memberi alamat di setiap user komputer. Data-data yang
dikirim dari perangkat dikirim dalam bentuk datagram, yaitu paket data yang
dikenal sebagai IP. Datagram tersebut memiliki alamat tujuan paket data
dikirimkan. IP kemudian memeriksa alamat pada paket data untuk kemudian
disampaikan ke perangkat tujuan. Jika alamat tujuan datagram ada di satu
jaringan dengan perangkat asal, maka data tersebut akan langsung disampaikan.
Namun, jika alamat tujuan data tidak ada di jaringan yang sama maka akan
diteruskan ke router lain yang lebih tepat.
Jenis Routing Pada Jaringan Komputer
Jika dibedakan berdasarkan
pengiriman paket data pada routing, kita bisa membedakan routing menjadi 2
yaitu langsung dan tidak langsung:
o
Routing Langsung. adalah
sebuah pengalamatan secara langsung menuju alamat tujuan tanpa melalui host
lain. Misalnya sebuah komputer dengan alamat IP 192.167.1.3 mengirim data ke
komputer lain dengan alamat IP 192.167.1.2 maka data akan langsung dikirim ke
alamat IP tersebut
o Routing Tidak Langsung. adalah
proses pengiriman data melalui proses pengalamatan yang harus melalui alamat
host lain sebelum menuju alamat host yang dituju. Misalnya komputer dengan IP
192.167.1.3 ingin mengirim data ke komputer dengan IP 192.167.1.2, sebelum ke
host tersebut harus menuju ke komputer dengan IP 192.167.1.4 terlebih dulu.
o
Minimal Routing, adalah
proses routing sederhana yang biasanya hanya untuk pemakaian ruoting lokal saja
o
Static Routing, adalah
proses routing yang digunakan pada jaringan yang menggunakan sedikit
router dan konfigurasi routing yang tidak berubah dalam waktu lama.
o
Dinamic Routing, adalah
proses routing yang digunakan pada jaringan yang memiliki lebih dari satu rute.
Jika ada perubahan topologi antar jaringan, router secara otomatis membuat
routing baru. Routing dinamis merupakan protokol routing yang digunakan untuk
menemukan jaringan serta untuk melakukan update pada routing table pada router.
Jika bisa dijelaskan secara umum,
pengertian routing adalah proses mengirim dan menerima dari dari perangkat
sumber ke perangkat tujuan. Kedua perangkat sama-sama memiliki alamat IP untuk
memudahkan pengiriman paket data. Jika alamat IP yang dituju sesuai yang
diinginkan oleh pengirim, maka paket data akan diteruskan. Memahami routing
adalah hal dasar yang harus Anda persiapkan saat mempelajari jaringan komputer
secara mendalam.
Monday, September 13, 2021
VLAN dan KONFIGURASI VLAN di ROUTERBOARD MIKROTIK DENGAN SWITCH-CHIP
Pendahuluan
Virtual LAN atau disingkat VLAN merupakan fitur yang dibuat dengan menggunakan jaringan pihak ketiga. Dengan VLan ini kita dapat mengkonfigurasikan beberapa perangkat pada satu LAN atau lebih agar dapat saling berkomunikasi seperti halnya bila perangkat tersebut terhubung langsung pada jalur yang sama, padahal sebenarnya perangkat tersebut berada dalam segmen jaringan LAN yang berbeda.
Switch-Chip adalah salah satu metode pemanfaatan VLAN tanpa menggunakan Switch Management, pada perangkat Mikrotik tertentu sudah memiliki fitur ini, hanya perlu diingat bahwasanya tidaks seluruh perangkat mikrotik memiliki fitur switch-chip ini.
TOPOLOGI PEKERJAAN

PENYELSAIAN
Konfigurasi Router 1 (Router Utama)
Lakukan koneksi kepada Mikrotik Routerboard 1 (Router Utama) Menggunakan Winbox (GUI) atau Telnet (CLI). Dalam Praktikum kali ini kita akan mengkonfigurasi menggunakan Winbox.
Setelah kita melakukan koneksi dari Komputer Konfigurasi dengan Mikrotik menggunakan Winbox, berikutnya kita dapat membuat VLAN pada interface terlebih dahulu.
Pilih Menu : Interface > VLAN > add (+)

Kemudian kita akan membuat VLAN ID 10 & VLAN ID 20 pada interface 4 sesuai dengan Topologi jaringan yang sudah direncanakan.


Simpan perubahan dengan pilih : > Apply > OK
Berikutnya kita akan menambahkan IP Address pada setiap VLAN, dengan memilih pada tab : IP > address

Tambahkan Address sesuai dengan topologi pada setiap VLAN yang sudah dibuat sebelumnya, dengan memilih : Add(+)


Berikutnya untuk memudahkan kita dalam melihat apakah VLAN bekerja dengan baik pada perangkat client yang terhubung dengan router distribusi, ada baiknya kita menambahkan DHCP-SERVER dan NAT pada Router Utama ini.
Untuk menambahkan DHCP Server kita dapat gunakan langkah sebagai berikut, pilih : IP > DHCP Server > DHCP Setup


Kemudian pilih interface VLAN10 untuk membuat DHCP Server pada VLAN10, Klik Next dan atur setiap konfigurasi sesuai dengan kebutuhan.

Kemudian lakukan pekerjaan yang sama pada VLAN20.

Berikut informasi setelah dhcp server dibuat:

Konfigurasi Router 2 (Router Distribusi)
Seperti pada router 1 lakukan koneksi kepada router 2 menggunakan kabel LAN dan lakukan konfigurasi menggunakan Winbox.
Kemudian kita akan menjadikan port2 (Ether2) dan port3 (Ether3) sebagai switch. Gunakan langkah sebagai berikut : pilih menu Bridge > Add (+), kemudian pilih > OK


Kemudian, kita akan mendaftarkan port-port yang menjadi VLAN Trunk, VLAN 10 dan VLAN 20 pada bridge1 yang sudah dibuat.

Kemudian Tambahkan Ether1 untuk Trunk *Pastikan Hardware Offload di centrang



*Keterangan:
Policy forwarding VLan yang dilakukan oleh switch-chip ditentukan di switch-port. Ada 4 Mode VLan yakni :
- Disable, mode ini akan mengabaikan tabel VLan. Jadi trafik akan tetap dihandle baik ada VLan Tag maupun jika tidak mengandung VLan Tag.
- Fallback (default), mirip dengan mode disable hanya perbedaannya pada mode fallback melakukan pengecekan terhadap tabel VLan. Jika trafik yang masuk dengan VLan Tag tetapi port-nya tidak ada atau tidak sesuai di VLan Tabel maka trafik tersebut tidak akan didrop.
- Check, mode ini akan men-drop atau tidak meneruskan trafik dengan VLan Tag yang tidak ada di tabel VLan. Namun jika trafik yang masuk dengan VLan Tag tetapi port-nya tidak ada atau tidak sesuai di VLan Tabel maka trafik tersebut akan tetap dihandle.
- Secure, mode ini akan men-drop apabila trafik yang masuk dengan VLan Tag namun port-nya tidak ada atau tidak sesuai di VLan Tabel.
Ada 3 logika untuk menangani trafik yang meninggalkan salah satu port di switch-chip yang mengaktifkan VLan, yakni
- leave-as-is : paket data tidak ada perubahan ketika keluar dari port
- always-strip : akan menghilangkan VLan Header pada paket data
- add-if-missing : akan menambahkan VLan Header pada paket data
Setelah selsai membuat Bridge, kemudian kita masuk kedalam menu Switch untuk menambahkan port untuk VLAN dengan memilih : Switch > Port
Pertama kita akan membuat port Trunk terlebih dahulu, Port ini akan membawa VLAN 10 dan VLAN 20 pada Router Utama. Gunakan langkah : Pilih ether1 (port1 artinya)

Kemudian Pilih Ether2 sebagai port untuk mendistribusikan VLAN 10

Berikutnya Pilih Ether3 sebagai port untuk mendistribusikan VLAN20

Setelah kita mengatur port, kemudian kita akan melakukan pemetaan VLAN Table dengan langkah: Switch > VLAN > add (+)
Tambahkan VLAN table dengan VLAN ID 10, kemudian masukkan port yang berhubungan dengan ether1 dan ether2. lakukan juga untuk VLAN ID 20 dan masukkan port yang berhubungan dengan ether1 dan ether3.




Simpan setiap perubahan konfigurasi dengan memilih: Apply > OK
Sampai proses ini pembuatan VLAN dengan metode switch-chip sudah selsai dikerjakan, kemudian kita akan melakukan uji coba dari sisi client.
PENGUJIAN
Untuk pengujian sambungkan Komputer Client dengan port pada router sesuai dengan port pembawa VLAN yang sudah direncanakan, kemudian periksa apakah Komputer Client sudah mendapatkan IP Address DHCP.
Pengujian VLAN10 pada port2 pada client :

Pengujian VLAN20 pada port3 pada client :

Friday, February 19, 2021
Tuesday, July 21, 2020
Membuat VLAN Menggunakan Mikrotik
VLAN adalah suatu metode pendistribusian lebih dari satu segmen jaringan pada perangkat router menggunakan satu interface Ethernet. Normalnya adalah satu interface Ethernet mendistribusikan satu segmen jaringan. Artikel ini akan menyajikan cara membuat VLAN menggunakan Mikrotik
Perbedaan LAN dan VLAN

- Ada dua segmen jaringan untuk didistribusikan, yaitu 10.10.10.0/24 dan 20.20.20.0/24
- Konfigurasi pada LAN
- Jumlah interface Ethernet yang digunakan pada R1 adalah 2
- Diperlukan 2 switch (R2 dan R3)
- Jika ada 3 segmen jaringan untuk didistribusikan, maka 3 interface Ethernet akan digunakan pada R1, dan akan diperlukan 3 switch
- Konfigurasi pada VLAN
- Jumlah interface Ethernet pada R1 yang digunakan adalah 1
- Diperlukan 1 switch (R2)
- Jika ada 3 segmen jaringan untuk didistribusikan, maka 1 interface Ethernet akan digunakan pada R1, dan akan diperlukan 1 switch
Terminologi dalam VLAN

Core Port
Adalah port yang berfungsi untuk melewatkan paket data banyak VLAN. Pada gambar 2 diatas, Core Port adalah port “eth2” pada R1, dan port “eth1” pada R2. Kedua port tersebut melewatkan paket data VLAN “vlan1” dan “vlan2”.
Edge Port
Adalah port yang berfungsi untuk melewatkan paket data hanya satu VLAN. Port ini terhubung langsung ke perangkat Client, seperti PC atau laptop. Pada gambar 2 diatas, Edge Port adalah port “eth2” pada R2 dan port “eth3” pada R2. Port “eth2” hanya melewatkan paket data “vlan1” dan port “eth3” hanya melewatkan paket data “vlan2”.
Tagged VLAN
Untagged VLAN
– Jalur antara port “eth2” R2 dan PC21
– Jalur antara port “eth3” R2 dan PC22
Ingress Port
Egress Port
Diagram Demo VLAN
Gambar 3- Pada router “R1”
- Didefinisikan 2 VLAN, yaitu “vlan1” dan “vlan2”
- Interface “eth2” digunakan untuk mendistribusikan “vlan1” dan “vlan2” ke router “R2”
- Pada router “R2”
- Distribusi VLAN “vlan1” dan “vlan2” dari router “R1” diterima di interface “eth1”
- “eth1” adalah Master Port untuk “eth2” dan “eth3”. Fungsi dari Master Port adalah sebagai port yang mewakili “eth2” dan “eth3” ketika berkomuniasi dengan RouterOS. Artinya semua data yang ditujukan untuk “eth2” atau “eth3” akan diterima terlebih dulu oleh “eth1”, kemudian oleh “eth1” data tersebut dilewatkan kepada port yang berhak menerimanya.
- VLAN “vlan1” didistribusikan ke client melalui “eth2” dan VLAN “vlan2” didistribusikan ke client melalui “eth3”
Persiapan Demo VLAN
Demo Instalasi VLAN
1. Pengaturan di Router R1
1.1. Hubungkan Winbox ke R1

1.2. Membuat VLAN


Pengertian langkah diatas adalah bahwa dua virtual LAN tersebut akan didistribusikan menggunakan physical interface “ether2”

1.3. Konfigurasi Alamat IP VLAN



2. Pengaturan di Router R2
2.1. Konfigurasi Master Port “ether2” dan “ether3” ke “ether1”
Pada gambar 3, terlihat interface yang digunakan untuk mendistribusikan VLAN ke client adalah “ether2” dan “ether3”.
Ketika Master Port pada “ether2” dan “ether3” dikonfigurasi ke “ether1”, maka berkomunikasi dengan “ether1” adalah sama dengan berkomunikasi dengan “ether2” dan “ether3”. Data yang ditujukan ke “ether2” dan “ether3” akan terlebih dulu diterima oleh “ether1”, kemudian “ether1” mendistribusikannya ke “ether2” atau “ether3”.
Berikut adalah hasil konfigurasi:


2.2. Membuat VLAN Table
- “vlan1” mempunyai Ingress Port “ether1” dan Egress Port “ether2”
- “vlan2” mempunyai Ingress Port “ether1” dan Egress Port “ether3”
Berikut adalah hasil konfigurasi:

2.3. Konfigurasi “VLAN Mode” dan “VLAN Header” pada Ingress Port “ether1”

- disabled
Mode ini akan mengabaikan VLAN ID dari paket data yang masuk. Jika paket data mempunyai VLAN ID, maka akan diperlakukan seperti tidak mempunyai VLAN ID. - fallback
Jika traffic mempunyai VLAN ID- Jika VLAN ID-nya tidak ada di VLAN Table, maka akan diperlakukan seperti traffic yang tidak mempunyai VLAN ID
- Jika VLAN ID-nya ada di VLAN Table, tapi Ingress Port-nya atau Egress Port-nya tidak ada di VLAN Table, maka tidak akan di-drop
- check
- Paket data yang tidak mempunyai VLAN ID akan di-drop.
- Jika paket data mempunyai VLAN ID, dan VLAN ID-nya ada di VLAN Table, tapi Ingress Port-nya atau Egress Port-nya tidak ada di VLAN Table, maka paket data tersebut tidak akan di-drop
- secure
- Paket data yang tidak mempunyai VLAN ID akan di-drop.
- Paket data yang mempunyai VLAN ID, dan VLAN ID-nya ada di VLAN Table, tapi Ingress Port-nya atau Egress Port-nya tidak ada di VLAN Table, maka paket data tersebut akan di-drop.
- leave-as-is. Tidak ada perubahan terhadap paket data
- always-strip. VLAN ID akan dihilangkan dari paket data
- add-if-missing. VLAN ID akan ditambahkan pada paket data jika tidak ada
2.4. Konfigurasi “VLAN Mode” dan “VLAN Header” pada Egress Port “ether2” dan “ether3”

3. Konfigurasi Network PC1, PC21 dan PC22


4. Pengujian



PENGISIAN ERAPOR SMKN 1 SIMPANG ULIM
Klik link ERAPOR SMKN1 SIMPANG ULIM
-
Klik link ERAPOR SMKN1 SIMPANG ULIM
-
Pengertian SSH (Secure Shell) SSH adalah akronim dari Secure Shell yang merupakan sebuah protokol jaringan yang memanfaatkan kriptografi ...
-
Pendahuluan Virtual LAN atau disingkat VLAN merupakan fitur yang dibuat dengan menggunakan jaringan pihak ketiga. Dengan VLan ini kita dap...